PURBALINGGA – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Purbalingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting, termasuk jembatan dan tanggul pengaman bantaran sungai. Kerusakan teridentifikasi di tiga titik lokasi, yakni di wilayah Kecamatan Kaligondang dan Kutasari, berdasarkan hasil assessment yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Purbalingga pada Kamis, 22 Mei 2025.
Assessment dilakukan oleh tim dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Adapun lokasi terdampak adalah sebagai berikut:
1. Jembatan Kali Lebak (Penghubung Dusun 1 Desa Cilapar – Dusun 3 Desa Kaligondang)
Koordinat: -7.3861102, 109.4129890
Jembatan sepanjang 24 meter dan lebar 4 meter ini mengalami penurunan struktur. Abutment sisi timur terkikis aliran sungai, memperlihatkan besi beton, dan menyebabkan badan jembatan melengkung. Saat ini, jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Perkiraan kerugian: Rp 112.320.000.
2. Tanggul/Parapet Sungai Gintung, Dusun Mlayang, Desa Sidareja
Koordinat: -7.34414, 109.43308
Tanggul pengaman sepanjang 14 meter dan tinggi 3 meter yang dibangun Kementerian PUPR melalui BBWSO mengalami longsor. Hanya berjarak 1 meter dari pemukiman, longsor ini mengancam lima rumah di sekitarnya jika terjadi banjir susulan.
Perkiraan kerugian: Rp 20.475.000.
3. Jembatan Sumingkir–Pagedangan/Pekalongan, Kecamatan Kutasari
Koordinat: -7.33231, 109.33220
Jembatan desa sepanjang 12 meter dan lebar 4 meter mengalami kerusakan badan jalan dengan longsoran sekitar 1 meter. Fondasi terkikis air, menyebabkan retakan pada permukaan jalan. Akses jembatan ditutup untuk kendaraan roda empat.
Perkiraan kerugian: Rp 63.160.000.

Kerusakan disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi, arus sungai yang deras, dan usia konstruksi yang sudah tua. Tim BPBD telah melakukan pemasangan rambu pengaman dan menutup akses sementara untuk kendaraan berat guna menghindari potensi kecelakaan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Purbalingga, Ari Sulasih, ST, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam penanganan awal dan menyusun rekomendasi untuk koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
“Kami sudah pasang rambu dan larangan sementara untuk kendaraan roda 4. Saat ini kami sedang menyusun laporan teknis untuk diajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai dan pihak terkait agar segera dilakukan penanganan,” jelas Ari Sulasih, ST di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dan BPBD akan terus melakukan pemantauan serta pelaporan berkala terhadap perkembangan kondisi di lapangan.