PURBALINGGA — Gerakan tanah disertai longsor terjadi di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa yang dipicu tingginya intensitas hujan pada malam sebelumnya itu menyebabkan kerusakan lahan pertanian, menutup aliran sungai, serta mengancam sejumlah fasilitas warga.
Berdasarkan asesmen BPBD Purbalingga, gerakan tanah terjadi di wilayah RT 01/RW 01 Dusun Tlahab. Lahan seluas sekitar 2 hektare milik tiga warga—Muspadi, Riswanto, dan Kuseri—mengalami pergerakan tanah signifikan dan sebagian telah longsor. Amblasan tanah mencapai kedalaman 7 meter, dengan rekahan selebar 2–3 meter dan panjang longsoran diperkirakan mencapai 300 meter.

Selain itu, sawah seluas 1 hektare milik tiga warga lainnya tertutup material longsor. Fasilitas umum pun terdampak, termasuk pipa saluran air PAMSIMAS sepanjang 150 meter yang tertimbun material pada dua jalur. Bahkan aliran Sungai Tlahab sempat tertutup total sebelum akhirnya dapat dibersihkan melalui kerja bakti warga. Sebuah kandang ayam milik warga Tlahab Kidul juga dilaporkan terancam.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Purbalingga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat serta memberikan imbauan kepada warga untuk menghentikan aktivitas di sekitar lokasi karena potensi pergerakan tanah masih terjadi. Pembersihan material longsor dari aliran Sungai Tlahab dilakukan secara gotong-royong dan kini aliran sungai telah kembali normal.

Sementara itu, kebutuhan mendesak di lapangan meliputi pengadaan dua toren air berkapasitas 5.000 liter serta suplai air bersih bagi 10 RT yang terdampak pemutusan jalur PAMSIMAS.
Unsur yang terlibat dalam penanganan awal kejadian ini meliputi BPBD Kabupaten Purbalingga, Pemerintah Desa Tlahab Lor, dan Tlahab Kidul.






