Beranda / Tanah Longsor / Bupati Purbalingga Berikan Bantuan Dan Asesmen Bersama Tim Geologi Pada Kejadian Longsor Di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet

Bupati Purbalingga Berikan Bantuan Dan Asesmen Bersama Tim Geologi Pada Kejadian Longsor Di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet

Purbalingga — Bupati Purbalingga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sekaligus asesmen lapangan pasca kejadian tanah longsor di Dusun Pondok Nangka RT 14 RW 05 Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Senin (13/04/2026).

Peristiwa tanah longsor terjadi pada Minggu (12/04/2026) pukul 09.30 WIB dan mengakibatkan dampak cukup serius. Tercatat satu orang meninggal dunia atas nama Ibu Yanti (38) serta satu orang mengalami luka-luka atas nama Ibu Kasini (35). Selain itu, tiga rumah bagian belakang tertimbun material longsoran berupa tanah dan batu besar.

Sebanyak 3 Kepala Keluarga dengan total 10 jiwa terdampak dan harus mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman. Di antara pengungsi terdapat tiga anak dengan usia 4 tahun, 7 tahun, dan 12 tahun. Kerusakan bangunan meliputi dua rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Purbalingga didampingi Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala OPD, serta jajaran terkait meninjau langsung lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.

Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan logistik dari BPBD Purbalingga berupa paket sembako, perlengkapan anak, tas dan peralatan sekolah, selimut, matras, serta paket rekreasional. Selain itu, PMI dan BAZNAS Purbalingga turut memberikan bantuan berupa uang tunai.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DINSOSPERMASDESP3A) juga menyalurkan bantuan berupa logistik sembako dari APBD Kabupaten Purbalingga, bantuan kelompok rentan, sarana prasarana keluarga dari APBN Kementerian Sosial RI, serta bantuan sandang dari APBD Provinsi.

Pada kesempatan yang sama, BPBD Purbalingga bersama Tim Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan asesmen di lokasi kejadian guna memberikan rekomendasi teknis penanganan lanjutan terhadap material longsoran dan kondisi lereng.

Rencana penanganan selanjutnya akan dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan material longsor secara gotong royong bersama unsur gabungan dari TNI, Relawan, dan Warga sekitar mulai Selasa (14/04/2026).

Adapun kebutuhan mendesak di lokasi meliputi logistik kerja bakti, peralatan pembersihan material seperti sarung tangan dan kacamata keselamatan, serta alat pemecah batu.

Hingga saat ini, korban luka atas nama Ibu Kasini telah diperbolehkan pulang setelah sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Serayularangan dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan. Sementara itu, material longsoran masih belum sepenuhnya dibersihkan dan warga terdampak masih mengungsi di tempat yang lebih aman.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, DINSOSPERMASDESP3A, DPUPR, Bapperida, Dinkominfo, Bagian Kesra, Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, Polri, PMI, BAZNAS, pihak kecamatan, serta pemerintah desa setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *