PURBALINGGA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga melaksanakan penanganan darurat kejadian tanah longsor di Dusun 3 RT 03 RW 01 Desa Karangduren, Kecamatan Bobotsari, pada Selasa (21/04/2026) pukul 09.00 WIB.
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu (05/04/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Bobotsari sejak siang hingga malam hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing di area pemakaman longsor dan material sempat menghambat pengguna jalan, meskipun luncuran longsor hanya sampai di bahu jalan kabupaten.
Akibat kejadian tersebut, tebing setinggi kurang lebih 10 meter dengan panjang sekitar 6 meter mengalami longsor. Material berupa tanah, pohon, serta dua bongkahan batu besar berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain itu, beberapa pohon di sekitar lokasi turut roboh dan menimpa jaringan kabel. Satu bongkahan batu sebelumnya telah jatuh ke bahu jalan, sementara satu lainnya masih tertahan oleh batang pohon kelapa.

Kerusakan juga terjadi pada talud pasangan batu penahan tebing milik yayasan sepanjang 2 meter dengan tinggi 1 meter, yang mengalami kerusakan ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp2.000.000.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Purbalingga bersama Pemerintah Desa Karangduren, Babinsa, serta DPUPR UPTD 3 Wilayah Bobotsari melakukan upaya penanganan darurat. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemotongan pohon yang tumbang, penanganan batang kayu yang mengganjal batu besar untuk mengurangi potensi pergerakan, serta koordinasi lintas instansi terkait.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada saat melintas di sekitar lokasi kejadian.





