PURBALINGGA – Musibah kecelakaan air (laka air) terjadi di proyek penguatan tebing Sungai Klawing, Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, pada Minggu (3/8/2025) malam. Derasnya arus akibat curah hujan tinggi menyebabkan air sungai tiba-tiba meluap dan menyeret beberapa pekerja proyek yang tengah berada di lokasi.
Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB saat para pekerja tengah mengerjakan jembatan akses untuk alat berat. Menurut keterangan, banjir datang secara mendadak sehingga para pekerja berupaya menyelamatkan diri dan memindahkan alat berat ke tempat lebih tinggi. Tiga pekerja bertahan di atas alat berat dengan menambah ketinggian material hingga dua meter, sementara satu pekerja naik ke tenda shelter. Dua pekerja lain terlihat berusaha menyeberang menuju jalur alat berat.

Hingga Senin (4/8/2025) dini hari pukul 02.00 WIB, tiga korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, yakni Juni Setiawan (31) dan Muntohar (30) warga Kebumen, serta Bintang Putra Nugraha (23) warga Yogyakarta.
Namun, tiga pekerja lainnya diduga terseret arus banjir: Sarwoyo (50) dan Muhyadi (60), keduanya warga Penaruban, Purbalingga, serta Tedi Septian (28) warga Cilacap yang berprofesi sebagai surveyor.
Operasi SAR hari kedua pada Senin melibatkan tim gabungan dari BPBD Purbalingga, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet (LCR) sejauh 10 kilometer dari lokasi kejadian hingga Desa Bokol, serta pemantauan di sejumlah titik strategis seperti Jembatan Pasren, Jetis, dan Bendung Gerak Serayu. Tim juga melakukan pencarian di Sungai Serayu dari Tempuran Klawing–Serayu (Congot) hingga Patikraja.
Hasil pencarian hari kedua belum membuahkan hasil. Tim hanya menemukan tenda shelter dan drum proyek yang tersangkut di wilayah Desa Jetis. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Selasa (5/8/2025) mulai pukul 08.00 WIB dengan fokus memperluas area pencarian.
