PURBALINGGA – Pencarian korban kecelakaan air yang menimpa pekerja proyek penguatan tebing Sungai Klawing di Desa Bancar, Kecamatan Purbalingga, terus berlanjut. Hingga Kamis (7/8/2025), satu korban bernama Tedi Septian, warga Cilacap, masih belum ditemukan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (3/8/2025) pukul 19.30 WIB, saat banjir bandang menerjang lokasi proyek dan menyeret tiga pekerja. Dari tiga korban, dua warga Penaruban, Kabupaten Purbalingga, berhasil ditemukan, sementara satu korban yang berasal dari Cilacap masih dalam pencarian.
Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif, turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Beliau juga mengunjungi lokasi kejadian untuk menyaksikan langsung proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. “Kami berdoa dan berharap korban atas nama Tedi Septian warga cilacap segera ditemukan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses pencarian ini,” ujarnya.

Pada pencarian hari kelima, BPBD Purbalingga bersama BASARNAS, TNI, Polri, dan relawan membagi tim menjadi enam unit, dengan rincian:
- Perahu karet rafting BASARNAS menyisir dari lokasi kejadian menuju Penaruban hingga Linggamas.
- Perahu karet BASARNAS menyisir dari Linggamas hingga Bendung Gerak Serayu (BGS).
- Perahu karet LCR BASARNAS menyisir dari Depot Suro hingga BGS.
- Perahu karet LCR MTA menyisir dari Kedungmaling, Desa Jetis, hingga Linggamas–Kaliori.
- Perahu karet LCR BPBD Purbalingga menyisir dari Kedungmaling, Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon hingga Linggamas–Kaliori.
- Tim body rafting beranggotakan 9 orang melakukan penyisiran dari Jembatan Pasren hingga Karangkemiri, Kecamatan Kemangkon.
Hasil pencarian pada hari kelima masih nihil. Operasi akan dilanjutkan pada Jumat (8/8/2025) mulai pukul 08.00 WIB.
