PURBALINGGA – Upaya pencarian korban kecelakaan air yang menimpa pekerja proyek penguatan tebing Sungai Klawing di Desa Bancar, Kecamatan Purbalingga, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga hari keenam pencarian pada Jumat (8/8/2025), korban bernama Tedi Septian, warga Cilacap, belum ditemukan.
Diketahui, tiga korban terseret arus banjir bandang dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (3/8/2025) pukul 19.30 WIB tersebut. Hingga kini, dua korban telah ditemukan, keduanya warga Penaruban, Kabupaten Purbalingga, sementara satu korban lainnya yang merupakan warga Cilacap masih belum ditemukan.

Dalam pencarian hari keenam, BPBD Purbalingga bersama BASARNAS, TNI, Polri, dan relawan membagi tim menjadi tujuh unit, terdiri dari tiga perahu karet LCR, satu perahu karet rafting, dan satu tim body rafting, serta dua tim pemantauan di beberapa titik strategis.

Rincian penyisiran meliputi:
- Dua perahu karet LCR (BPBD dan BASARNAS) menyisir jalur Jetis (Kedungmaling) – Jembatan Boksum (Bokol Sumilir).
- Satu perahu karet rafting menyisir dari lokasi kejadian menuju Jembatan Boksum.
- Satu perahu karet LCR BASARNAS menyisir dari Desa Suro – Bendung Gerak Serayu.
- Pemantauan dilakukan di Jembatan Pasren, Jetis, dan Bendung Gerak Serayu.
- Tim body rafting menyisir jalur Karangkemiri – Jembatan Boksum.
Hasil pencarian survivor atas nama Tedi Setiawan pada hari keenam masih nihil. Operasi akan dilanjutkan pada Sabtu (9/8/2025) mulai pukul 08.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Ir. Prayitno, M.Si, menyatakan bahwa tim akan tetap berupaya maksimal. “Kami akan terus melakukan penyisiran hingga batas waktu yang telah ditentukan, dengan harapan korban segera ditemukan,” ujarnya.
