Home / Sosial Kemanusiaan / Anak 7 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi, BPBD dan Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Semalam Suntuk

Anak 7 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi, BPBD dan Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Semalam Suntuk

PURBALINGGA — bocah laki-laki berinisial “H” berusia 7 tahun warga Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari, ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi setelah dilaporkan hilang pada Senin (26/5). Korban ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 05.30 WIB, setelah dilakukan pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan sejak malam sebelumnya.

Peristiwa tragis ini bermula ketika Hanan diketahui bermain layang-layang di area Saluran Irigasi Induk Slinga Kanan, Desa Galuh. Sekitar pukul 16.00 WIB, teman bermainnya mengajak pulang, namun korban menolak dan tetap tinggal di lokasi. Menjelang petang, korban tak juga kembali ke rumah. Pihak keluarga bersama warga kemudian mencari dan menemukan sandal serta layang-layang milik korban di tepi saluran irigasi, menimbulkan dugaan bahwa korban tercebur ke aliran air.

Laporan diterima Pusdalops BPBD Kabupaten Purbalingga pada pukul 19.00 WIB, dan segera ditindaklanjuti dengan mobilisasi personel ke lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan kemudian dibentuk dan langsung melakukan pencarian dengan membagi dua tim penyisir: SRU Air dan SRU Darat.

Pencarian air dilakukan menyusuri aliran dari titik awal penemuan barang korban hingga ke penyaringan irigasi di Dusun Peniron, sejauh kurang lebih 1 km. Sementara pencarian darat dilakukan ke arah Purbalingga Wetan hingga 2 km dari lokasi awal.

“Kondisi medan sangat menyulitkan karena hujan dan banyaknya ular berbisa di sekitar lokasi,” ujar salah satu anggota tim Sar gabungan.

Upaya pencarian berlangsung hingga pukul 00.00 WIB namun belum membuahkan hasil. Baru keesokan paginya, Selasa, 27 Mei 2025 pukul 05.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi oleh warga.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini. Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam pencarian,” ujar Ir. Prayitno, M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga.

Operasi pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, antara lain BASARNAS, BPBD Purbalingga, TNI, POLRI, PMI, SAR Purbalingga, Banser, Kokam, Pramuli, RPP, PRC, RIF, IEA, RAPI, SAR Perwira, dan Celeng Rescue. Koordinasi lintas lembaga dilakukan dengan cepat demi keselamatan korban.

Pihak keluarga telah menerima jenazah korban untuk dimakamkan secara layak. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area berbahaya seperti saluran air dan sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agustus 2025
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori