PURBALINGGA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan asesmen bencana tanah longsor di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, pada Senin, 22 Desember 2025, menyusul kejadian longsor yang terjadi sehari sebelumnya.
Peristiwa tanah longsor dilaporkan terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025 sekitar pukul 17.30 WIB, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Purbalingga sejak siang hingga malam hari. Longsor terjadi di RT 05 dan RT 07 RW 01 Dusun Danareja, Desa Danasari, pada koordinat -7,1937138, 109,4302862.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kejadian tersebut mengakibatkan 12 rumah yang dihuni 12 kepala keluarga atau 33 jiwa di Grumbul Gomblang dan Grumbul Krete terisolir, karena akses jalan terputus. Selain itu, jalan desa/jalan pertanian sepanjang 25 meter terdampak, dengan titik longsoran sepanjang sekitar 10 meter, sehingga mobilisasi kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat dilalui.
Dampak longsor juga mengenai sektor pertanian. Saluran irigasi sepanjang 10 meter yang mengairi sekitar 25 hektar lahan pertanian mengalami kerusakan, dengan 2 hektar lahan terdampak langsung dan 3 hektar lahan terancam kekeringan.
Selain fasilitas umum, terdapat dua rumah warga yang masuk kategori terancam, yakni rumah milik Bapak Cahya di RT 05 RW 01 dan Bapak Suripno di RT 07 RW 01. Sementara itu, dua rumah warga lainnya dilaporkan terdampak material longsoran, masing-masing rumah milik Bapak Siswanto di RT 05 RW 01 yang tertimpa material pada bagian samping rumah, serta rumah Bapak Suyitno di RT 07 RW 01 yang terdampak pada bagian belakang bangunan.

Penyebab utama kejadian ini diduga kuat akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Hingga saat ini, kerugian materiil masih dalam proses perhitungan.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Purbalingga telah melakukan asesmen dan merencanakan penanganan darurat, berupa pembuatan jembatan darurat untuk akses pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Selain itu, BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa 3 paket sembako, 2 terpal, dan 1 matras kepada warga terdampak.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan bahwa mobilisasi warga masih terganggu, dengan akses jalan terputus sehingga warga harus melalui lahan pertanian. Kebutuhan jembatan darurat menjadi prioritas, mengingat kondisi jalan desa masih berpotensi terjadi longsor susulan.
Dalam kegiatan asesmen dan penanganan awal ini, BPBD Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan Pemerintah Desa Danasari serta unsur terkait lainnya.






