PURBALINGGA – Operasi pencarian korban kecelakaan air yang menimpa pekerja proyek penguatan tebing Sungai Klawing di Desa Bancar, Kecamatan Purbalingga, resmi dihentikan pada Sabtu (9/8/2025) setelah tujuh hari pencarian. Satu korban bernama Tedi Septian, warga Cilacap, masih belum ditemukan.
Peristiwa naas itu terjadi pada Minggu (3/8/2025) pukul 19.30 WIB, ketika banjir bandang menerjang lokasi proyek dan menyeret tiga pekerja. Hingga hari terakhir operasi, dua korban telah ditemukan, sementara satu korban masih dalam pencarian.

Operasi SAR hari ketujuh melibatkan 70 personel dari BPBD Purbalingga, BASARNAS, TNI, Polri, dan relawan. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet LCR, perahu rafting, serta metode body rafting di beberapa titik, termasuk jalur Linggamas–Patikraja, Bokol–Linggamas, dan Desa Suro–Bendung Gerak Serayu.
Sekitar pukul 13.45 WIB, tim gabungan menemukan sesosok jenazah di Sungai Serayu wilayah Desa Pegalongan, Patikraja, Banyumas, dengan koordinat -7,4926280, 109,2374060. Setelah proses identifikasi, jenazah tersebut dipastikan bukan korban laka air di Sungai Klawing. Kasus penemuan jenazah ini kemudian diserahkan kepada Polsek Patikraja.

Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Ir. Prayitno, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak. Operasi akan dibuka kembali apabila ada informasi baru terkait keberadaan korban,” ujarnya.
Dengan berakhirnya operasi pada pukul 16.00 WIB, proses pencarian resmi dinyatakan ditutup.
