PURBALINGGA — Badan Geologi bersama BPBD Kabupaten Purbalingga melakukan penelitian terkait fenomena pergerakan tanah dan kajian lahan relokasi di dua desa wilayah Kecamatan Karanganyar, yakni Desa Maribaya dan Desa Kaliori, pada Selasa (01/07/2025).
Penelitian ini menyasar dua fokus utama, yaitu lokasi pergerakan tanah di Desa Maribaya dan Kaliori, serta kajian terhadap calon lahan relokasi warga terdampak. Tim melakukan penelitian mineral tanah dan batuan, pengambilan foto udara, serta pemetaan dengan drone di dua lokasi tersebut.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan tingkat kerawanan dan kelayakan lahan, baik di lokasi terdampak maupun lokasi relokasi,” jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Ari Sulasih, ST yang turut mendampingi tim dari Badan Geologi.
Di Dusun Karangtengah RT 04/RW 03 Desa Maribaya, tim melakukan observasi langsung di tempat terjadinya pergerakan tanah yang mengancam permukiman warga. Sementara di Dusun Grugak Mangunarsa RT 21/RW 05 Desa Kaliori, juga dilakukan kajian geologi serupa.
Selain itu, tim melakukan survei terhadap 11 titik lokasi lahan relokasi milik warga di Desa Maribaya, untuk memastikan kelayakan dari sisi geologi.
Rencananya, penelitian akan dilanjutkan pada hari kedua dengan kegiatan utama berupa pengukuran geolistrik untuk mendeteksi kondisi bawah permukaan, serta pemetaan lebih detail menggunakan teknologi drone berbasis LiDAR (Light Detection and Ranging) yang mampu menghasilkan peta topografi 3D secara akurat.