{"id":850,"date":"2019-07-23T11:04:02","date_gmt":"2019-07-23T04:04:02","guid":{"rendered":"http:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/?p=850"},"modified":"2019-07-23T11:04:03","modified_gmt":"2019-07-23T04:04:03","slug":"drama-penyelamatan-15-warga-purbalingga-yang-terjebak-2-jam-di-goa-perawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/?p=850","title":{"rendered":"Drama Penyelamatan 15 Warga Purbalingga yang Terjebak 2 Jam di Goa Perawan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"500\" src=\"http:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Goa.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-851\" srcset=\"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Goa.jpg 750w, https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Goa-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>15 orang warga Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, dilaporkan terjebak di dalam perut goa, Senin (8\/7\/2019). Para korban yang hendak menelusuri goa perawan tersebut tak kunjung keluar selama dua jam, hingga akhirnya dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga. <\/p>\n\n\n\n<p>Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD\nPurbalingga, Tarjuki&nbsp;mengatakan, 15 korban tersebut masing-masing yakni\nTariwan (43), Sudir (38), Karyo (37), Sugiyatno (37), Lastono (33), Latif (31),\nIkwan (30), Sugiyono (30), Misyono (29), Irawan (27), Jarot (26), Kuat (24),\nRizki (23), Yono (23) dan Arin (19). Tarjuki mengungkapkan, kejadian bermula\nsaat Marsono (42) menemukan sebuah goa yang ditengarai belum pernah dijamah\noleh orang, Minggu (7\/7\/2019). Goa tersebut berada di tepi desa yang berbatasan\ndengan hutan. &nbsp;\u201cMarsono kemudian\nmengabarkan kepada warga sekitar, karena penasaran mereka membentuk tim\nekspedisi dan nekat masuk ke dalam goa tanpa perlatan yang memadai,\u201d kata dia. <\/p>\n\n\n\n<p>Senin (8\/7\/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, tim\nekspedisi yang terdiri dari 15 warga tersebut memulai eksplorasinya. Tanpa\nperalatan yang memadai, hanya berbekal tali rafia sebagai penanda jalan mereka\nmasuk ke dalam goa. \u201cSelang satu jam, tim ekspedisi ini tak kunjung keluar.\nLalu satu orang berusaha menyusul ke dalam, namun hingga satu jam kemudian, tim\npenyusul ini juga tak kunjung keluar,\u201d ujar dia. 15 orang warga Desa Tlahab\nLor, Kecamatan Karagreja, Purbalingga, Jawa Tengah berhasil dievakuasi setelah\ndua jam terjebak di perut goa saat melakukan eksplorasi, Senin (8\/7\/2019).<\/p>\n\n\n\n<p>Perangkat desa yang menunggu di luar pun panik\ndan menghubungi kantor BPBD Purbalingga. Petugas TRC dan Tim SAR Purbalingga\nditurunkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian. Sejumlah spekulasi\nmuncul, mengingat status goa tersebut yang belum pernah dijamah oleh manusia.\n\u201cTepat pukul 16.00 WIB, akhirnya 15 orang tersebut berhasil keluar dari dalam\ngoa dengan selamat tanpa ada yang mengalami cidera,\u201d ujar dia. \n\nDari informasi yang diperoleh, goa tersebut memiliki mulut pipih dengan\ntinggi sekitar satu meter. Medan yang dilalui tim ekspedisi didominasi oleh\nlorong sempit yang memaksa mereka untuk berjalan dengan merunduk bahkan\nmerayap. Namun, terdapat ruang cukup luas di perut goa di mana penjelajah dapat\nberdiri tegak. Goa alam ini juga menjadi habitat bagi ratusan kelelawar yang\ntinggal di langit-langit goa. Rencananya eksplorasi akan kembali dilakukan pada\nSelasa (9\/7\/2019), mengingat tim ekspedisi belum menemukan ujung goa.<br><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>15 orang warga Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, dilaporkan terjebak di dalam perut goa, Senin (8\/7\/2019). Para korban yang hendak menelusuri goa perawan tersebut tak kunjung keluar selama dua jam, hingga akhirnya dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Purbalingga, Tarjuki&nbsp;mengatakan,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=850"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":853,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/850\/revisions\/853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.purbalinggakab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}