MUSIM HUJAN, MASYARAKAT PURBALINGGA DIHIMBAU SADAR BENCANA

PurbalinggaNews – Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Purbalingga untuk mewaspadai terhadap resiko terjadinya bencana pada musim hujan. Langkah-langkah pengurangan resiko bencana khususnya bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung atau angin kencang.

“Caranya dengan menggerakkan masyarakat untuk sadar bencana yang bisa saja terjadi di musim hujan,” kata Tiwi dalam Surat Bupati Purbalingga Tanggal 7 November 2018 Nomor 362/2030 Perihal Antisipasi Dampak Musim Hujan Tahun 2018-2019.

Ia menghimbau masyarakat untuk melakukan tindakan berupa tidak membuang sampah di sungai dan melakukan pembersihan drainase/saluran air. Kemudian, melakukan pemangkasan pohon dan penguatan papan reklame.

“Segera menutup retakan tanah untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam tanah,” tegasnya.

Selanjutnya, para camat di Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan kewaspadaan pada masyarakat dan mendirikan posko 247 yang disiagakan 24 jam penuh selama 7 hari. Para camat juga berkoordinasi dengan OPD terkait dalam penanganan darurat.

“Hal ini diharapkan dapat dilaksanakan dan diantisipasi dengan baik oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga,” ujar Tiwi.

Antisipasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mendasari surat Gubernur Jawa Tengah Tanggal 6 November 2018 Nomor 360/0019389 perihal Antisipasi Dampak Musim Hujan Tahun 2018-2019 di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, berdasarkan Buletin Prakiraan Musim Hujan 2018/2019 Provinsi Jawa Tengah dari Stasiun Klimatologi Semarang.

Awal musim hujan diprakirakan pada bulan Oktober Dasarian II di Purbalingga bagian utara, sedangkan bagian selatan pada bulan November Dasarian I. Puncak musim hujan sebagian kecil wilayah terjadi pada bulan Desember 2018, di sebagian besar wilayah terjadi pada bulan Januari-Februari 2019.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *