BPBD Kabupaten Purbalingga

Jl. Soekarno Hatta 20 Kalikabong - Purbalingga

Diguyur Hujan Semalam, Tanah Longsor Putus Jalur Kramat-Sirau

Bupati meninjau lokasi longsor di ruas jalan propinsi  di Desa Kecamatan Karangreja yang menghubungkan Purbalingga-Pemalang (2)

Ruas jalan penghubung desa Sirau-Kramat di kecamatan Karangmoncol Purbalingga terputus total akibat tanah longsor yang menimbun jalan di beberapa titik. Selain tertimbun tanah longsor, beberapa titik jalan itu juga tergerus akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu petang (1/2).

Saat pemantauan di lokasi kejadian, terdapat sedikitnya 12 timbunan tanah longsor di sepanjang ruas jalan itu. Sementara di beberapa bagian lain, ruas jalan  tergerus air hingga menyebabkan ambrolnya bahu jalan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDO|) Purbalingga, Priyo Satmoko menuturkan, sedikitnya 35 hektar lahan pertanian di desa Sirau rusak. Di desa itu pula enam ekor kambing dan seekor sapi hilang diduga tertimbun tanah longsor.

“Di desa Sirau, 12 rumah rusak sedang, dan empat rusak berat,” ujar Priyo, Minggu (2/2).

Sementara, desa Kramat yang berbatasan dengan Sirau juga mengalami kerusakan yang sama.  Sebuah jaringan PLN yang terbentang diatas sungai Tambra terputus. Sebuah tiang listrik juga ambruk dan menimpa pohon kelapa. Pohon itu juga ambruk menimpa atap rumah warga.

“Selain itu, banyak sekali kabel listrik di dastang rumah penduduk yang putus,” ujar Priyo.

Bupati Purbalingga  Sukento Ridho Marhaendrianto yang berusaha menjangkau desa Sirau terpaksa memutar balik. Sukento dan Kepala Pelaksana BPBD Priyo Satmoko yang berboncengan sepeda motor semula berusaha menembus timbunan tanah longsor.

Beberapa rintangan bisa ditembus. Tapi akhirnya menyerah ketika tiba di sebuah ruas jalan yang terputus total.

“Disamping itu cuaca sedang hujan dan b erkabut,” ujar Priyo.

 

Bencana tanah longsor juga menimbun ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Karangreja kecamatan Karangreja dengan Desa Belik Pemalang, Sabtu malam. BPBD Purbalingga bergerak cepat dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan mendatangkan loader untuk menyingkirkan timbunan tanah. Setelah arus lalu-lintas terputus total, ruas jalan itu kembali lancar pada sekitar pukul 4.30 Minggu dini hari.

Sementara, di desa/kecamatan Karangjambu, satu rumah tertimbun tanah longsor pada Sabtu malam. Dan di desa Pengadegan lima rumah roboh diterjang angin kencang.    (Key)

6 Comments

Add a Comment
  1. Maaf nih ada masukan dikit tlng dong prangkat yang ada di sirau( purbalingga) keperihatinan /kepedulianya di perhatikan dikit terhadap tempat tinggal penduduk yang kurang mampu contohnya rumah yg ada di atas mesjid karanggintung sangat tidak layak di tempati dan terkena angin pun bisa roboh.sebagai pertimbangan karena hanya sang istrinya yang mencari uang untuk makan di bandingkan dengan warga yang lain jangankan buat nanam padi sawahpun tidak punya dan boro boro buat betulin rumah buat makanpun keteran.tolong sumbangsih jembatan pelantara
    informasi kefihak terkait di
    sampaikan.

    1. Maaf nih ada masukan dikit tlng dong prangkat yang ada di sirau( purbalingga) keperihatinan /kepedulianya di perhatikan dikit terhadap tempat tinggal penduduk yang kurang mampu contohnya rumah yg ada di atas mesjid karanggintung sangat tidak layak di tempati dan terkena angin pun bisa roboh.sebagai pertimbangan karena hanya sang istrinya yang mencari uang untuk makan di bandingkan dengan warga yang lain
      jangankan buat nanam padi sawahpun tidak punya dan boro boro buat betulin rumah buat makanpun keteteran.tolong sumbangsih jembatan pelantara
      informasi kefihak terkait di
      sampaikan.
      saya sebagai pengamat desa karanggintung saya percaya kalau perangkat desa karinggintung adalah seorang yang bijak dan peduli kepada sesama.

  2. lahan perhutani didaerah dukuh kidul ( tanggul langsi )sampai perbatasan kali arus sy kira sangat cocok sekali apabila buat kegiatan olahraga,tempat sarana pendidikan ataupun pengembangan tempat tinggal penduduk karanggintung.karena daerah tersebut agak rata di bandingkan dengan daerah yang sudah banyak rumah penduduknya dan sedikit menyangga resiko longsor sedikit diratakan sepintar pintarnya kita buat pengajuan proposal ke fihak pemerintah.
    kan namaya manusia sedia payung sebelum hujan.saya kewatirnya semakin banyak penduduk yang tinggal di daerah atas semakin besar resiko longsornya dan gambaran ini sudah terbukti di desa tembelang kec.cikadu pemalang.

  3. Untuk daerah desa tertinggal desa sirau saya kira sangat pantas didirikan sekolah lanjutan tingkat atas (SMU)karena saya perhatikan sangat sangat prihatin sekali atas pernikahan dini hampir 90% anak anak karanggintung lulus sekolah lanjutan pertama (SLTP)pada nikah.itupun alhamdulilah setelah adanya sekolah MTS .untuk mencegah hamil muda dan mencegah resiko kematian bayi.Disamping itu untuk pelaksana pengajar kita ambil dari warga karanggitung yang lulusan sekolahnya di atas sma kan sudah banyak.
    suatu pepatah menyimpulkan :Daerah akan berkembang dan maju apabila diri kepribadian/pemikiran manusianya di bangun dengan SDM dan pendidikan yang lebih maju.

    1. Utuk desa sirau karanggintung yang terkenal desa kerajinan sapu gelagah( jembul )kalau bisa lebih di kembangkan lagi jangan hanya fokus ke satu kerajinan karya saya optimistis karanggintung akan menjadi daerah yang maju karena di tunjang dengan masyarakatnya yang ulet ,rajin dan berpotensi tinggi dari segi kegiatan apapun.dengan jalan di adakannya khusus balai(Tempat)pengembangan propesi yang mana di datangkan dari ahli ahli di bidangnya yaitu memberikan penyuluhan untuk pengembangan kerajinan yang lainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BPBD Kabupaten Purbalingga @ 2013 - 2017 Frontier Theme
Social Network Widget by Acurax Small Business Website Designers
Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Instagram